Pendampingan Survei Awal Lokasi Rencana Penataan Kawasan oleh Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan
TANJUNGBALAI — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tanjungbalai melakukan pendampingan kepada para mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU) dalam agenda survei awal lokasi rencana penataan kawasan.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (10/9/2026) ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman Kerja Sama antara Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan Bapperida Kota Tanjungbalai dan pemenuhan tugas dan praktik lapangan untuk program pembelajaran Studio Perancangan Arsitektur Terpadu dan Kontekstual (SPATK).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan tatap muka dan pemberian arahan yang dipusatkan di Ruang Rapat Bapperida. Pengarahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Kota Tanjungbalai, Mariani, S.Si., M.Si.
Dalam arahannya, Mariani memberikan gambaran umum terkait kondisi eksisting tata ruang kota, potensi wilayah, serta tantangan pembangunan yang dihadapi Tanjungbalai. Kehadiran kalangan akademisi diharapkan mampu memberikan perspektif baru, ide segar, dan rekomendasi desain yang konstruktif untuk mendukung perancangan tata kota yang lebih baik di masa depan.
Setelah pembekalan di ruang rapat selesai, tim Bapperida langsung mendampingi para mahasiswa USU turun ke lapangan. Survei awal ini dititikberatkan pada pemetaan masalah dan potensi di 4 Lokus (Lokasi Fokus) utama, yaitu: Kawasan Pulau Buaya, Kawasan Titi Gantung Pulau Simardan, Kawasan Gedung Serbaguna, dan Kawasan Koridor Jalan Veteran ke Alun-Alun Kota.
Melalui pendekatan Studio Perancangan Arsitektur Terpadu dan Kontekstual (SPATK), mahasiswa dituntut untuk merespons kondisi nyata di lapangan dan merumuskan desain yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga selaras dengan konteks sosial, budaya, dan lingkungan lokal Kota Tanjungbalai.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi ini diharapkan dapat melahirkan masterplan atau gagasan inovatif yang aplikatif bagi pembangunan Tanjungbalai, sekaligus menjadi laboratorium hidup yang memperkaya pengalaman praktis para calon arsitek.





