Agenda

RAPAT SATGAS MBG KOTA TANJUNGBALAI

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tanjungbalai memfasilitasi pelaksanaan Rapat Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat kota. Rapat koordinasi dan evaluasi ini digelar di lt-1 Aula Bapperida, Gedung Bapperida Kota Tanjungbalai pada Senin (2/3/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, didampingi oleh para Asisten dan Staf Ahli Setdako Tanjungbalai. Turut hadir dalam kegiatan ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kota Tanjungbalai beserta jajaran (Kepala dan Ahli Gizi), serta para Mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) se-Kota Tanjungbalai.

Agenda rapat ini adalah Evaluasi Dapur SPPG dan Skema Penyaluran Ramadan. Diawali dengan pembukaan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Tanjungbalai yang meminta laporan rinci terkait hasil kunjungan lapangan Satgas ke sejumlah dapur SPPG. Merespons laporan tersebut, perwakilan SPPG mengonfirmasi bahwa saat ini masing-masing dapur tengah melakukan perbaikan sarana prasarana, khususnya terkait optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengendalian vektor penyakit di area dapur.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tanjungbalai menyampaikan kebijakan terbaru sesuai arahan BGN-RI. Terhitung mulai hari ini, penyaluran MBG selama bulan suci Ramadan diserahkan setiap hari. Skema ini berubah dari pekan pertama Ramadan di mana penyaluran sempat dirapel untuk kebutuhan tiga hari.

Fokus Gizi dan Pemberdayaan UMKM Lokal Kualitas menu turut menjadi sorotan utama. Ahli Gizi dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai melakukan review terhadap menu yang selama ini disajikan oleh beberapa SPPG. Beberapa catatan evaluasi diberikan, terutama menyangkut pentingnya variasi menu dan kesesuaian nilai kecukupan gizi bagi penerima manfaat.

Dari sektor ekonomi kerakyatan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM memaparkan peluang pelibatan UMKM lokal dalam menyuplai bahan pangan untuk program MBG. Produk-produk dari UMKM binaan, seperti menu kering (roti, susu soya, dan lainnya), didorong untuk masuk ke Dapur SPPG. Bagi UMKM yang sudah maupun belum bermitra, ditekankan untuk selalu mengedepankan aspek legalitas usaha dan kualitas produk.

Instruksi Tegas Wakil Wali Kota Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, dalam arahannya memberikan sejumlah instruksi tegas kepada Satgas dan mitra SPPG, di antaranya:

  • Pengawasan Ketat: Satgas MBG diinstruksikan untuk terus melanjutkan monitoring ke seluruh SPPG/Dapur guna memastikan nilai barang yang didistribusikan dan kecukupan gizi penerima manfaat sesuai dengan standar dan arahan Ahli Gizi.
  • Edukasi Gizi: Setiap SPPG diwajibkan untuk mensosialisasikan komposisi dan kandungan gizi dari menu yang disajikan. Hal ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, baik disampaikan secara langsung maupun diunggah melalui media sosial masing-masing SPPG.
  • Momentum Pembenahan Dapur: Wakil Walikota meminta SPPG memanfaatkan masa penyaluran menu kering di bulan Ramadan ini untuk membenahi dapur masing-masing. Targetnya, pasca-Ramadan seluruh kegiatan operasional dapat berjalan lebih higienis dan optimal.
  • Peringatan Operasional: Wakil Walikota menegaskan, jika setelah masa pembenahan masih ditemukan kekurangan yang bersifat mayor (berat), maka Satgas akan mengusulkan penghentian operasional dapur SPPG tersebut.

Rapat diakhiri dengan sesi presentasi dan promosi dari para pelaku UMKM serta mitra yang hadir. Sesi ini menjadi ajang tawar-menawar Business to Business (B2B) terkait penyediaan pasokan untuk Dapur SPPG, mulai dari menu makanan kering, buah-buahan, sayur-mayur, cabai, daging ayam, hingga ketersediaan Gas LPG.