RAPAT AWAL PENYUSUNAN KAJIAN STUDI KELAYAKAN LINGKUNGAN BIOFISIK PULAU BUAYA KOTA TANJUNGBALAI SEBAGAI SENTRA PERIKANAN DAN EKOWISATA
Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tanjungbalai menggelar Rapat Awal Penyusunan Kajian Studi Kelayakan Lingkungan Biofisik Pulau Buaya Kota Tanjungbalai Sebagai Sentra Perikanan Dan Ekowisata. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bapperida Kota Tanjungbalai pada Selasa (19/05/2026).
Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Tanjungbalai, Nurlinda Mayani, S.Si.T., M.M., dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kajian ini sebagai landasan ilmiah dalam memetakan potensi sekaligus menjaga kelestPaparan Strategis dari Pakar BRIN. Agenda utama rapat dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber ahli Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu:
Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc. (Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air – PR LSDA, BRIN), dan Koko Ondara, M.T. (Pusat Riset Oseanografi, BRIN) Manfaat Strategis & Operasional Studi Kelayakan. Dalam paparannya, tim ahli BRIN menjelaskan bahwa studi kelayakan ini memiliki empat urgensi utama bagi pengembangan kawasan Pulau Buaya:
Penyediaan Data Empiris: Menghasilkan rekomendasi teknis yang valid bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan, program pembangunan, dan tata ruang yang tepat, sekaligus mempermudah investasi.
Mitigasi Risiko Sosial & Lingkungan: Mengidentifikasi potensi ancaman seperti polusi perairan, erosi pantai, gangguan habitat, hingga konflik sosial, guna meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat.
Peningkatan Ekonomi Lokal: Merancang penguatan mata pencaharian berbasis perikanan berkelanjutan dan menumbuhkan sektor ekowisata demi kesejahteraan masyarakat.
Ketangguhan Terhadap Bencana: Memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi bencana pesisir (banjir, abrasi, badai) agar kawasan lebih resilient (tangguh) menghadapi perubahan iklim.
Rapat awal ini bertujuan untuk mempersiapkan pengumpulan data primer dan sekunder yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan yang akurat.
Di akhir sesi, narasumber menekankan bahwa komunikasi intensif dalam Pengumpulan data berkualitas tinggi menjadi kunci utama akurasi analisis studi. Oleh karena itu, komunikasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya akan terus dijalin guna membuka akses data yang lengkap sekaligus membangun dukungan kuat dalam proses pengembangan ke depan.



