RAPAT KOORDINASI TERKAIT LAPORAN AWAL KAJIAN STUDI KELAYAKAN LINGKUNGAN BIOFISIK PULAU BUAYA – KOTA TANJUNGBALAI SEBAGAI SENTRA PERIKANAN DAN EKOWISATA
TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Laporan Awal Kajian Studi Kelayakan Lingkungan Biofisik Pulau Buaya. Kajian ini merupakan langkah strategis daerah untuk mengembangkan Pulau Buaya sebagai kawasan Sentra Perikanan dan Ekowisata terpadu.
Rapat yang diselenggarakan pada hari Selasa (15/9/2026) tersebut bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kota Tanjungbalai. Kegiatan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Tanjungbalai, Nurlinda Mayani, S.Si.T, M.M.
Dalam rakor kali ini, Bapperida menghadirkan narasumber dan pakar langsung dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc dan Suyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. Rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang akan bersinggungan langsung dengan rencana pengembangan kawasan tersebut.
Tahapan rakor pemaparan laporan awal ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian proses perencanaan yang ketat. Sebelumnya, Bapperida telah mengadakan rapat awal guna menghimpun kelengkapan data-data sekunder dari setiap Perangkat Daerah terkait.
Proses pengumpulan data tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan survei lapangan secara komprehensif ke kawasan Pulau Buaya. Survei ini bertujuan krusial untuk mendapatkan data primer bagi keperluan analisis teknis. Data lapangan inilah yang akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dan peneliti dalam memahami karakteristik kondisi fisik perairan laut dan pulau itu sendiri.
Selain pengamatan fisik dan biofisik, tim kajian di lapangan juga telah melakukan metode wawancara secara langsung dengan masyarakat sekitar. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa arah kebijakan pengembangan Pulau Buaya sebagai Sentra Perikanan dan Ekowisata nantinya tidak hanya berbasis kelayakan ekologi, tetapi juga mempertimbangkan dan mengintegrasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal.
Melalui pendampingan dan analisis dari para pakar BRIN, diharapkan kajian awal ini dapat menghasilkan rekomendasi teknis yang kuat, akurat, dan berkelanjutan untuk mewujudkan Pulau Buaya sebagai ikon baru perekonomian dan pariwisata maritim di Kota Tanjungbalai.




