Agenda

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENILAIAN KABUPATEN/KOTA PANGAN AMAN

TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Rapat yang difokuskan pada pemenuhan kelengkapan indikator dan dokumen pendukung penilaian daerah ini dilaksanakan di Ruang Aula Thamrin Munthe, Kantor Pemerintahan Kota Tanjungbalai, Kamis (29/10/2026).
​Rapat lintas sektoral ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Tanjungbalai, Hamdani, S.E., M.Si. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang tergabung dalam tim koordinasi, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan, Disperindag, serta instansi terkait lainnya.

​Dalam forum tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tanjungbalai, Mariani, S.Si., M.Si., memberikan paparan teknis mengenai progres pemenuhan kriteria penilaian dan kesiapan lokus intervensi keamanan pangan di Kota Tanjungbalai.

​Kepala Bapperida merincikan pemetaan tugas masing-masing OPD berdasarkan matriks indikator Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Beliau menegaskan perlunya percepatan sinkronisasi data program kegiatan di tiap instansi—baik yang menyasar komunitas desa/kelurahan, pangan jajanan anak sekolah, maupun pasar aman dari bahan berbahaya—agar target penilaian dapat tercapai dan terintegrasi dengan baik dalam dokumen perencanaan daerah.

​”Kesiapan kita untuk penilaian ini sangat bergantung pada komitmen dan sinergi antar-OPD dalam merealisasikan program serta menyediakan bukti dukung (evidence) pelaksanaan keamanan pangan yang valid di lapangan,” urai Kepala Bapperida dalam paparannya.

​Menindaklanjuti paparan tersebut, Asisten Administrasi Umum, Hamdani, secara tegas menginstruksikan seluruh OPD teknis untuk segera memvalidasi data capaian dan melengkapi prasyarat indikator yang masih memerlukan perbaikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

​Beliau menekankan bahwa pencapaian predikat Kota Pangan Aman bukan sekadar pemenuhan target administratif bagi Pemerintah Kota Tanjungbalai, melainkan wujud komitmen nyata dan perlindungan mendasar dari pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan yang sehat, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya bagi seluruh masyarakat Kota Tanjungbalai.