Agenda

SEMINAR HASIL/DISEMINASI KAJIAN IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT KOTA TANJUNGBALAI

TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar rapat seminar hasil atau diseminasi kajian identifikasi dan pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD). Kegiatan strategis yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ini berlangsung di lt-3, Aula Sutrisno Hadi, Gedung Pemerintahan Walikota Tanjungbalai, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

​Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Nota Kesepakatan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kota Tanjungbalai tentang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi di Kota Tanjungbalai. Selain itu, landasan hukum lainnya adalah Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 1 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.

​Seminar diseminasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kajian mendalam berupa penetapan produk atau komoditas yang menjadi unggulan daerah Kota Tanjungbalai. Di samping penetapan produk, dipaparkan pula rekomendasi, pemetaan potensi dan kendala utama, serta rumusan strategi dan kebijakan yang perlu diimplementasikan oleh Pemkot Tanjungbalai dalam mengembangkan PUD tersebut.

​Rapat dipimpin langsung oleh Walikota Tanjungbalai yang diwakili oleh Asisten III (Asisten Administrasi Umum) Sekretariat Daerah Kota Tanjungbalai, Hamdani, SE, M.Si. Dalam arahannya, Hamdani menegaskan bahwa Tanjungbalai memiliki sumber daya dan potensi yang sangat beragam, namun pengembangannya memerlukan fokus yang terarah.

​”Tidak semuanya dapat dikembangkan secara bersamaan. Karena itu, perlu ditetapkan produk unggulan daerah dengan mempertimbangkan potensi, keunikan, daya saing, peluang pasar, nilai tambah, dan dampak ekonominya kepada masyarakat. Hal ini harus didasarkan pada sebuah kajian yang mendalam dan lebih komprehensif,” ujar Hamdani.

​Kepala Bapperida Kota Tanjungbalai, Mariani, S.Si, M.Si., dalam paparannya menjelaskan bahwa penyusunan kajian identifikasi dan pengembangan PUD ini merupakan hasil kerja sama antara Bapperida dengan BRIN selama kurang lebih tiga bulan, sejak Juni hingga September 2026.

​”Kajian ini adalah salah satu upaya mendorong percepatan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya bagaimana sektor UMKM dapat lebih dikuatkan melalui hilirisasi produk yang berkelanjutan,” jelas Mariani.

​Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Tanjungbalai, Ilham Fauzi, S.H. Setelah itu, agenda inti diisi dengan pemaparan hasil riset oleh tim narasumber dari BRIN yang terdiri dari Plt. Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Muhammad Amin; Analis Pemanfaatan Iptek Ahli Madya, Sri Ayu Suryani, S.IP, M.Si.; serta Analis Kebijakan Ahli Pratama, Dedy Rolando Limbong, S.Sos.

​Pemaparan hasil riset ini kemudian mendapat penguatan secara langsung oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Pemanfaatan Kajian Identifikasi dan Pengembangan PUD untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kota Tanjungbalai sebagai komitmen nyata implementasi kebijakan.

​Turut hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini antara lain unsur DPRD, Tim Penggerak PKK dan Dekranasda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, ASN lingkungan Bapperida, serta para Camat dan Lurah di jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai.