SOSIALISASI INOVASI GERAKAN ECO ENZYME SERIBU LITER (GESIT)

Pemerintah Kota Tanjungbalai kembali menunjukkan komitmen serius dalam penanganan masalah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Maka dari itu Bapperida Kota Tanjungbalai menyelenggarakannya kegiatan sosialisasi inovasi Gerakan Eco Enzyme Seribu Liter (GESIT), yang berlangsung di Lt-3 Ruang Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, pada Rabu (10/12/2025).
Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pemerintahan kota, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, hingga perwakilan dari masing-masing Puskesmas se-Kota Tanjungbalai. Kehadiran seluruh elemen ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menyukseskan program kebersihan kota.
Sosialisasi GESIT bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pembuatan dan manfaat eco enzyme—cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik, gula, dan air. Gerakan “Seribu Liter” ini dicanangkan sebagai target kolektif untuk mengurangi volume sampah organik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.
Kepala Bapperida, Mariani, S.Si., M.Si., Dalam Arahannya, mengatakan Pemerintah Kota kedepannya akan melakukan kampanye besar yang masif dan terintegrasi di berbagai media (online/offline) untuk mengedukasi masyarakat agar program GESIT tidak hanya Pemerintah yang melaksanakan saja tetapi juga Masyarakat, dan perlu membentuk tim Koordinator GESIT yang berfungsi memastikan agar semua OPD terlibat untuk mendukung program GESIT.
Suasana di Aula Sutrisno Hadi terlihat antusias saat para peserta mendengarkan teknis pelaksanaan gerakan ini. Pemerintah Kota Tanjungbalai berharap, pasca sosialisasi yang diinisiasi oleh sekretaris daerah kota tanjungbalai ini seluruh Perangkat Daerah setiap instansi dapat segera membuat ecoenzym dengan total sebanyak 1000 liter untuk setiap bulannya.
Gerakan GESIT ini ditargetkan tidak hanya menjadi seremoni semata atau dilakukan sekali saja, melainkan menjadi budaya baru di Kota Tanjungbalai dalam memandang sampah organik bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna tinggi.
