Agenda

KEPALA BAPPERIDA DAMPINGI WAKIL WALI KOTA TANJUNGBALAI AUDIENSI LANJUTAN KE BRIN

 

Pemerintah Kota Tanjungbalai kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengoptimalkan potensi daerah. Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, didampingi Kepala Bapperida Kota Tanjungbalai Ibu Mariani, S.Si, M.Si, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tanjungbalai Ibu Tety Juliani Siregar, ST, MT beserta Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Tanjungbalai Ibu Nurlinda Mayani, S.Si.T, M.M, melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).

Kunjungan ini merupakan audiensi kedua yang dilakukan Pemerintah kota Tanjungbalai ke lembaga riset negara tersebut, yang disambut langsung oleh Kepala Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional Bapak Dr. Ali Yansyah Abdurrahim.

Dalam pertemuan tersebut Bapak Wakil Walikota Tanjungbalai menyampaikan bahwa Kota Tanjungbalai telah menyusun Policy Paper Kajian Sosial Ekonomi Pengembangan Kawasan Sentra Perikanan sebagai Upaya Peningkatan PAD Kota Tanjungbalai dan tindak lanjut dari rekomendasi kajian tersebut adalah melakukan kerjasama dalam bentuk Nota Kesepahaman Sinergi (NKS) antara Pemerintah Kota Tanjungbalai dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Permohonan NKS telah disampaikan dan akan dilakukan rapat bersama untuk membahas rencana kajian/penelitian yang akan dilakukan selama 4 tahun yaitu tahun 2026-2029. Dengan adanya NKS tersebut, Pemerintah Kota Tanjungbalai akan melanjutkan rencana pengembangan kawasan sentra perikanan yang difokuskan pada Pulau Buaya dengan pendampingan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  dan melakukan kajian-kajian lainnya.

Adapun rencana kajian/penelitian disesuaikan dengan kebutuhan atau permasalahan Kota Tanjungbalai sesuai dengan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 demi mewujudkan Visi dan Misi Kota Tanjungbalai yaitu mewujudkan Tanjungbalai yang Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera (EMAS). Rencana kajian/penelitian yang akan dilakukan melibatkan berbagai pusat riset seperti pusat riset kependudukan, pusat riset pendidikan, pusat riset ekonomi makro dan lain-lain.